Mual muntah pada ibu hamil di trimester pertama kehamilan
seringkali dialami pada ibu hamil. Mengetahui penyebab dan tips cara kiat atasi
mual muntah ibu hamil perlu juga diketahui dan dipahami oleh para ibu-ibu yang
dalam masa kehamilannya mengalami akan tanda gejala morning sickness itu
sendiri.
Morning sickness adalah merupakan masalah dan keluhan ibu
hamil dan juga yang sering dialami oleh sejumlah ibu hamil di masa-masa awal
kehamilan.
Akan tetapi, masalah ini akan segera menghilang dengan
sendirinya setelah usia kehamilan mencapai empat bulan. Beberapa kasus juga ada
yang sampai mual dan muntah ibu hamil di pagi hari ini pada trimester ke 3
kehamilan.
Penyebab Dan Cara Mengatasi Morning Sickness Mual Muntah Ibu
Hamil
Penyebab Morning Sickness
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seorang ibu hamil
mengalami tanda gejala mual muntah di pagi hari berdasarkan pada medis dan
kesehatan.
Morning sickness terjadi karena adanya perubahan hormon
kehamilan yang bisa kapan saja terjadi, dimana saja dan dalam keadaan apapun
sehingga untuk para ibu hamil akan merasa terganggu dengan aktivitas keseharian
selama kehamilan di trimester pertama.
Seperti informasi yang dikutip dari wikipedia bahwa Emesis
Gravidarum atau nama lainnya nausea gravidarum (NVP), atau lebih dikenal dengan
istilah morning sickness adalah gejala mual - biasanya disertai muntah - yang
pada umumnya terjadi pada awal kehamilan, biasanya pada trimester pertama
kehamilan.
Kondisi ini umumnya dialami oleh lebih dari separuh wanita
hamil yang disebabkan karena meningkatnya kadar hormon estrogen. Dalam beberapa
kasus, gejala yang sama pula dialami oleh para wanita yang menggunakan
kontrasepsi hormonal, atau menjalani bentuk-bentuk terapi hormonal tertentu.
Gejala ini biasanya timbul di pagi hari dengan frekuensi
yang akan menurun setiap harinya sering dengan bertambahnya usia kehamilan.
Faktor-Faktor yang bisa menimbulkan terjadinya mual muntah
ibu hamil antara lain adalah sebagai berikut :
- Peningkatan Hormon Progesterone. Dengan meningkatnya tingkat hormon progesterone ini, terjadi pergerakan dari usus kecil para ibu hamil, kerongkongan dan perut yang mana hal ini akan bisa menyebabkan rasa mual.
- Peningkatan Hormon Chorionic Gonadotropin yang terjadi pada manusia salah satunya bisa dan dapat mengakibatkan rasa mual dan muntah dalam tahap awal kehamilan yang dirasakan oleh para ibu hamil.
- Kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan morning sickness dan yang lebih berat lagi, hyperemesis gravidarum yang dapat mengakibatkan perawatan rumah sakit untuk melawan dehidrasi.
- Meningkatnya Sensitivitas Pada Bau. Para dokter berpendapat bahwa peningkatan hormon Esterogen bisa memicu sensitivitas pada hidung ibu hamil. Meski begitu masih belum diketahui benar apakah hormone estrogen benar-benar berpengaruh terhadap hal ini.
- Stres. Beberapa ahli juga menilai bahwa respon rasa mual dan muntah-muntah yang dialami ibu hamil tersebut merupakan respon negatif akibat rasa stress yang dialami. Sekali lagi, belum ada bukti konkrit terkait hal ini. Meski begitu, rasa mual dan muntah yang dialami juga menyebabkan ibu hamil semakin merasakan stress.
Bagi kebanyakan wanita hamil, morning sickness dan mual
dapat bertahan lebih lama, bahkan hampir selama sembilan bulan kehamilan. Mual
juga dapat disertai dengan muntah yang dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat
membahayakan ibu dan janin.
Penyebab Morning Sickness
Sekitar 1,5% - 2% ibu hamil bisa mengalami mual dan muntah
secara berlebihan, yang disebut dengan hiperemesis gravidarum. Jika sudah
demikian, biasanya ibu sampai tidak bisa makan dan minum sama sekali,
kekurangan cairan, gangguan elektrolit, lemah dan tidak bertenaga, hingga
mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dan hal ini tentunya akan bisa membahayakan kesehatan janin
di dalam kandungan bisa tidak segera diatasi dengan baik.
Namun pada umumnya tanda gejala morning sickness akan mereda
dengan sendirinya sebagai respon dari kadar hormon kehamilan yang menurun
setelah trimester kedua.
Gejala morning sickness seringkali muncul sebagai reaksi
untuk bau makanan atau bau tertentu, gangguannya berupa rasa mual , dan muntah
setiap hari.
Gejala mual-mual yang diikuti muntah ini bisa terjadi tidak
sama pada setiap ibu hamil. Ada yang terjadi di minggu keempat kehamilan, minggu
keenam, bahkan ada pula yang mengalaminya di minggu kedelapan.
Mayoritas ibu hamil mengalami morning sickness ini ketika
usia kehamilannya lebih dari 6 minggu.
Ibu hamil yang mengalami morning sickness biasanya akan
mengalaminya di trimester I, lalu mereda seiring usia kehamilannya bertambah,
yakni di akhir trimester I.
Meskipun begitu, ada pula ibu hamil yang merasakan gejala
mual dan muntah hingga trimester II kehamilan. Sebaliknya, ada pula yang tidak
merasakan mual dan muntah sama sekali selama periode kehamilannya.
Berikut adalah cara-cara mengatasi dan mencegah morning
sickness ibu hamil diantaranya adalah sebagai berikut :
- Makanlah dalam porsi kecil tetapi lebih sering daripada sebelum hamil. Makan dalam porsi besar hanya akan menyebabkan perut menjadi terlalu penuh dan hal ini akan bisa memicu terjadinya mual.
- Konsumsi diet sehat dan seimbang yang menyediakan semua nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Karena memang Kebutuhan Gizi Nutrisi Ibu Hamil penting sekali untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin yang berada di dalam kandungan.
- Menyediakan makanan ringan. Dalam hal ini kue akan bagus untuk menghindari perut kosong ibu hamil, terutama pada malam hari.
- Morning sickness umumnya akan diikuti dengan adanya penurunan nafsu makan. Untuk mempertahankan tingkat gizi dan asupan energi, para ibu hamil disarankan memilih makanan yang paling menggugah selera makan selama makanan tersebut tidak mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin.
- Minum lebih banyak air putih yang hal ini bermanfaat untuk mengimbangi dan mencegah terjadinya dehidras, terutama ketika frekuensi mual dan muntah dirasa lebih sering terjadi.
- Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung asupan karbohidrat dengan sayuran segar.
- Jadwalkan waktu untuk tidur siang sebagai cara untuk mengembalikan tingkat energi dan menghilangkan kelelahan.
- Mengenakan pakaian yang longgar dan hindari pakaian yang ketat pada ibu hamil. Karena dengan mengenakan pakaian yang ketat dapat memperburuk daerah perut dengan mual.
- Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap halus. Udara segar dan bebas dari debu akan membuat pikiran ibu hamil menjadi lebih tenang.
- Minimalkan stres ibu hamil, karena morning sickness lebih sering terjadi pada wanita yang berada di bawah pengaruh banyak tekanan dan stres, baik di tempat kerja atau di rumah. Karena memang bahaya dan pengaruh stress pada ibu hamil terhadap kesehatan kehamilan dan janin tidak bisa dianggap sepele.
- Makan di tempat tidur untuk menghindari perut kosong dan menjaga gula darah secara stabil .
Beberapa hal juga bisa memberikan pengaruh terhadap
terjadinya morning sickness pada ibu hamil, yakni kehamilan kembar, memiliki
riwayat morning sickness di kehamilan sebelumnya, dan memiliki penyakit migrain
semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:
Posting Komentar